• .
  • .
  • .
  • .
  • .
Pengunjung Candi Muaro Jambi Meningkat
MUAROJAMBI - Jumlah pengunjung candi Muarojambi mengalami peningkatan. Hal tersebut diketahui dari data di bagian informasi percandian Muaro Jambi. Dan juga  disampaikan pemandu kawasan wisata Candi Muarojambi, Subrata saat ditemui Tribun di kawasan percandian Muaro Jambi, Kamis (10/5).

Subrata mengatakan, rata-rata pengunjung candi datang dari daerah Jambi, selebihnya luar daerah, dan ada juga pengunjung dari warga negara asing yang melakukan penelitian di Candi Muaro Jambi.
Selengkapnya...
 
Ditemukan Sumur Gas Liar
MUAROJAMBI - DARI hasil pengecekan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Muarojambi di Kecamatan Mestong, ditemukan sembilan sumur ilegal (liar). Sebab sumur-sumur tersebut tidak dilaporkan oleh pihak kontraktor sumur gas ke pemerintah.

Kawasan Mestong tercatat ada 203 sumur aktif yang dilaporkan oleh para kontraktor sumur. Tetapi dari hasil pemeriksaan ke lapangan, tercatat ada 212 sumur. “Ini membuktikan, jika pihak kontraktor tidak transparan dalam melaporkan jumlah sumur yang mereka kelola. Tentunya ini merugikan pemerintah,” tegas Sugandi, Kasi Migas Dinas ESDM Muarojambi, kemarin (9/5).

Sementara, dari hasil kroscek tim pemerintah terkait jumlah sumur gas di Kecamatan Tempino, ternyata ditemukan sembilan sumur gas yang tidak dilaporkan pihak kontraktor. Menurut Sugandi, ada kemungkinan sembilan sumur itu sengaja ditutup-tutupi oleh pihak kontraktor.

Selengkapnya...
 
Truk Batu Bara Ganggu Kesehatan
SENGETI - MENINGKATKAN intensitas kendaraan angkutan batu bara membuat lingkungan masyarakat tidak sehat. Hal ini dikarenakan debu-debu berkeliaran jika saat musim kemarau. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muarojambi menyiapkan masker untuk warga yang wilayah banyak debu, seperti di kawasan Talangduku.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Syafei, selain membagikan masker, pihaknya juga meminta warga untuk mengindari debu yang ditimbulkan akibat truk batu bara.

“Kalau debunya berasal dari truk batu bara bisa disiram dengan air. Namun, jika warga suduh terjangkit penyakit saluran pernafasan harap segera ke puskesmas, karena obatnya sudah disiapkan,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerja, kemarin (1/5).

Selengkapnya...
 
225 PNS Muaro Jambi Tidak Buat KPE
MUAROJAMBI - Sebanyak 225 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup kabupaten Muaro Jambi tidak hadir dalam perekaman pembuatan Kartu PNS Elektronik (KPE). Data tersebut diketahui dari proses perekaman KPE yang sudah berakhir tanggal 19 April lalu.

Menurut kepala bidang perencanaan dan pengadaan pegawai BKPPD Muaro Jambi, Havid D, saat dihubungi Tribun, Selasa (24/4) mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendataan siapa saja yang tidak membuat PKE. "Saat ini baru kita kroscek data yang ada untuk melihat siapa yang belum," katanya
Selengkapnya...
 
Jalan Rusak, Bupati Gerah

MUAROJAMBI - Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir mulai gerah dengan melihat truk-truk bertonase tinggi yang melintasi Kabupaten Muarojambi. Ini terutama di Desa Sembubuk hingga Desa Simpang Limo, Kecamatan Jaluko, yang mengalami kerusakan jalan yang cukup serius. “Sebenarnya itu tidak boleh terjadi, dan nampaknya perlu ditegaskan lagi aturan kepada sopir truk,” tegasnya, Jumat (20/4) lalu.

Sementara, dari keterangan warga Desa Simpang Limo, diketahui jika kendaraan bertonase tinggi tersebut kerap melintasi desa mereka pada malam hari. Hal ini dilakukan para sopir truk tersebut agar dapat menghindari pengawasan dari Dinas Perhubungan. Sehingga mereka bisa sampai tujuan tanpa mendapatkan pemeriksaan.

“Mobil-mobil ini lewat malam hari, nanti siangnya pas sudah kosong baru balik,” ujar Edi, warga Desa Simpang Limo.

Selengkapnya...
 
Masih Minim Tenaga PPNS

MUAROJAMBI - HINGGA kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi masih minim tenaga penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Tenaga PPNS ini biasanya ditempatkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dari informasi yang ada, hanya ada dua SKPD yang memiliki tenaga PPNS tersebut, yakni Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Untuk diketahui, akibat tak adanya PPNS di setiap SKPD, maka sistem pengawasan kedisiplinan PNS masih dipegang oleh dinas. Seperti di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muarojambi. “Untuk PPNS, kita memang belum ada,” ungkap Kepala Dinas Koperindag Muarojambi Ulil Amri.

Karena itu, untuk pengawasan PNS di dinas yang satu ini, dilakukan oleh pihak mereka sendiri. Tak ada pihak lain yang mengawasi kegiatan para pegawainya.

Dinas lainya yang belum memiliki PPNS, yaitu Dinas Pemadam Kebakaran dan Tata Kota. Hal ini langsung dibenarkan Kepala Dinas Pemadaman dan Tata Kota Muarojambi Taufik. “PPNS kita memang belum ada. Namun kita sudah mengajukanya ke BKD. Tapi ya sampai sekarang belum turun juga,” jelas Taufik.

Selengkapnya...
 
7070 PNS Wajib Miliki Kartu PNS Elektronik
MUAROJAMBI - Setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan memiliki Kartu PNS Elektronik. Hal ini sesuai program pemerintah Provinsi Jambi, hasil MoU dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

 Di Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 7070 PNS diwajibkan melakuk]kan pendaftaran atau registrasi oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah. Itu dikatakan Havid D, Kepala bagian Perencanaan dan Pengadaan Pegawai BKPPD Muaro Jambi, Selasa (10/4) siang. 
 
 "7070 PNS di Lingkungan Pemkab Muaro Jambi akan melaksanakan registrasi, yang diberikan tenggang waktu selama 10 hari," ujarnya.
Selengkapnya...
 
1287 Guru akan Terima Tunjangan Sertifikasi

MUARO JAMBI - Tunjangan profesi pendidik (TTP) atau tunjangan sertifikasi guru untuk kabupaten Muaro Jambi tahap I akan cair akhir April ini. Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Muaro Jambi, Azwar, Rabu (11/4) diruang kerjanya. 

 "Tahap pertama akhir April ini, untuk tiga bulan, Januari sampai Maret 2012" katanya.

Azwar mengatakan, untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru, dinas pendidikan kabupaten Muaro Jambi akan melaksanakan sesuai prosedur. "Tidak ada pemotongan dari Diknas untuk hal yang tidak jelas," ujarnya.

Selengkapnya...
 
Berlakukan Sanksi Tegas yang Menjerakan
SETIAP pelanggaran perlu diberikan sanksi, baik sanksi moral ataupun material. Sanksi yang tegas dapat membuat pelaku atau calon pelaku menjadi jera. Kalaupun akan melakukan kembali kecurangannya, ia harus berpikir kembali.
Pemberlakuan sanksi, apalagi jika hanya verbali, dinilai tidak akan efektif, hanya dianggap sebagai angin lalu. Apalagi pada masyarakat yang pragmatis dan permisif. Akibatnya, kecurangan, penyimpangan, dan bentuk pelanggaran apapun akan tetap terjadi.
Seperti halnya kasus-kasus pungutan liar di dunia pendidikan. Tiada tahun -baik awal tahun ajaran baru ataupun akhir tahun ajaran- tanpa cerita tentang pungutan liar di sekolah. Dugaan terbaru terjadi di lingkungan pendidikan tingkat sekolah menengah pertama di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Sejumlah SMP di kabupaten ini diduga melakukan pungutan liar terhadap siswa/i kelas akhir (kelas IX). Siswa diminta membayar iuran yang nilainya bervariasi, mulai dari Rp 125 ribu hingga Rp 300 ribu. Iuran dikatakan untuk ujian nasional, di antaranya untuk transportasi pengawas silang, setoran ke sub-rayon, uang makan siswa selama empat hari UN.
Ada kepala sekolah membantah iuran untuk ujian, melainkan untuk try out dan pembangunan sekolah. Kepsek lainnya berdalih iuran untuk kenang-kenangan dan biaya jalan-jalan.
Selengkapnya...
 
Larang Pejabat Pakai BBM Bersubsidi
MUAROJAMBI - BUPATI Muarojambi Burhanuddin Mahir menginstruksikan kepada para pejabat untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Ini diberlakukan terhitung Senin (9.4) mendatang. “Jadi seluruh kendaraan dinas (roda dua dan empat) pemerintah tak diperkenankan menggunakan BBM bersubsidi. Kalau melanggar ada sanksinya, yakni bisa kita pecat,” tegasnya seusai memimpin rapat tertutup dengan seluruh kepala SKPD, Kamis (5/4) lalu.

Tak tanggung-tanggung, bagi pejabat yang nantinya kedapatan menggunakan BBM bersubsidi, maka bupati akan memberhentikan (pecat) dari jabatannya, sedangkan pegawai negeri sipil (PNS) akan diberikan teguran. Sebab jika mereka masih menggunakan minyak bersubsidi.

Selengkapnya...
 
Diminta Cermat Tentukan Usulan

Wakil Bupati Muarojambi Kemas Muhammad Fuad, menilai banyak SKPD dalam kegiatan Musrembang mengajukan usulan yang kurang tepat. Sehingga beliau menghimbau kepada setiap SKPD untuk lebih cermat mengajukan usulan program pembangunan.

Dengan lebih selektifnya SKPD dalam memilah usulan dari tingkat desa, maka baru nantinya akan ditemukan program yang masuk skala prioritas, “ programnya harus yang bisa memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Itu yang lebih di prioritaskan,” ujarnya kemarin (4/4).

Hal ini dilakukan, dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Muarojambi , dimana semua program kegiatan yang dilakukan, harus masuk skala prioritas. Dimana program kegiatanya  mencakup pada peningkatan akses dan kualitas elayanan pendidikan dan kesehatan.

Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 4